APD Sudah, Kini Banjarbaru Buat Handsanitizer

Ikuti Standar Operasional Prosedur WHO

WARTAKOTA.NET – Setelah beberapa waktu lalu warga Kota Banjarbaru memproduksi sendiri Alat Pelindung Diri, kini ada lagi mahasiswa dari Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang menggagas dan membuat perlengkapan kesehatan lainnya, yaitu handsanitizer.

Proses pembuatan handsanitizer itu ditinjau langsung oleh Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota Banjarbaru, H. Darmawan Jaya Setiawan, Rabu (1/4/20).

Pembuatan handsanitizer ini dilakukan di Gedung II Fakultas MIPA Kota Banjarbaru. Para mahasiswa mulai mengerjakan pembuatan handsanitizer itu sejak tanggal 31 Maret 2020 lalu dan dilanjutkan sampai hari ini.

Berdasarkan informasi dari pihak Fakultas MIPA ULM, pembuatan handsanitizer ini dilakukan oleh mahasiswa S1 Farmasi FMIPA ULM. Ada juga program Studi Profesi Apoteker serta 3 orang dosen yang turut membantu pembuatannya.

Selain itu, pembuatan handsanitizer ini dilakukan dengan cara physical distancing, menggunakan sarung tangan APD yang baik, serta melaksanakan semuanya dalam keadaan higienis dan mengutamakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan oleh WHO.

Selanjutnya untuk komposisi pembuatan handsanitizer itu mengikuti formula WHO, dan kemudian dilakukan quality control sesuai dengan standar WHO, yaitu dengan kadar Etanol 70 sampai 85%.

Sementara itu, Walikota Banjarbaru H. Nadjmi Adhani menyampaikan, kedatangannya bersama dengan Wakil Walikota Banjarbaru H. Darmawan Jaya Setiawan ini adalah sebagai salah satu bentuk dukungan penuh dan apresiasi kepada mahasiswa dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan handsanitizer tersebut.

“Kemarin kita membuat pakaian APD yang dilakukan oleh dokter yang ada di Kota Banjarbaru, dan dibantu siswa-siswi SMK yang ada di Kota Banjarbaru,” kata H. Nadjmi Adhani.

“Kali ini di Kota Banjarbaru membuat handsanitizer, didasari dari langkanya handsanitizer yang ada di masyarakat semenjak pendemi corona ini berlangsung,” sambungnya.

H. Nadjmi Adhani menambahkan, kerjasama antara Fakultas MIPA ULM dengan Pemerintah Kota Banjarbaru ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan handsanitizer yang ada di masyarakat, dan juga mampu menekan penyebaran virus corona yang ada di masyarakat Kota Banjarbaru.

“Dalam mengatasi penyebaran virus corona yang ada di Kota Banjarbaru ini agar semua pihak dapat bekerjasama, dan agar dapat memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki Kota Banjarbaru,” harap H. Nadjmi Adhani.

Di samping itu, H. Nadjmi Adhani selaku Walikota Banjarbaru juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk bekerjasama, menyatukan suara, tetap waspada, dan jangan panik dalam menghadapi pendemi virus corona ini.

“Patuhi aturan-aturan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah, selalu menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tukasnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Resmi, Presiden Umumkan Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

DAK Tahun 2020 Bakal Dialihkan untuk Tangani Covid-19