Hasil Survei: Masyarakat Telah Mengetahui Cara Penanganan Covid-19

WARTAKOTA.NET – Tim Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kabupaten Banjar yang dipimpin Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM. Aidil Basith, menyampaikan hasil Survei Opini Publik tentang Akseptabilitas Masyarakat Kabupaten Banjar terhadap informasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Banjar.

Hasil survei tersebut disampaikan saat konferensi video Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banjar bersama Jurnalis Banjar, di Command Center Barokah, Pendopo Bupati Banjar, Martapura, Senin (27/7/20) kemarin.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar HM. Aidil Basith mengatakan, berdasarkan hasil survei, masyarakat Kabupaten Banjar telah mengetahui tentang Covid-19 dan cara pencegahannya.

“Hasil dari Kuisioner Tim KIE kita bahwa masyarakat telah mengerti apa itu covid-19 dan pencegahannya seperti menjaga jarak, menggunakan masker, rajin mencuci (tangan), dan protokol kesehatan lainnya yang juga kita bersama telah mengedukasinya,” ungkap Aidil Basith.

Aidil Basith menyampaikan, dari hasil resume sementara ini, pihaknya menemukan hampir 20 persen masyarakat tidak tahu terkait protokol kesehatan. Hal inilah yang menjadi sasaran pihaknya untuk lebih meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga akan bergerak kembali dengan Kemenag Kabupaten Banjar agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) waktu salat, tidak hanya pada salat Jum’at saja.

“Karena kita melihat pada salat lima waktunya, masyarakat tidak menerapkan prokes, kita tidak ingin penularan terjadi di masjid. Oleh karena itu kita bergerak dari masjid ke masjid untuk mengedukasi kembali,” jelas Kadis Kominfo.

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Banjar, Eddy Elminsyah Jaya menambahkan bahwa survei tersebut dilakukan dengan dua metode, yaitu secara daring dan tatap, dimana periode survei dari tanggal 23 hingga 25 Juni 2020 melibatkan sebanyak 227 responden.

“Target responden yang berada di enam Kecamatan yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan metode Purposive Random sampling, dimana tingkat kepercayaan 95 persen,” ucapnya.

Eddy melanjutkan bahwa di dalam survei tersebut pihaknya memberikan 20 pertanyaan kepada responden, dimana dari 20 pertanyaan tersebut pihaknya memilih lima pertanyaan yang paling penting menggambarkan bagaimana masyarakat menerima informasi Covid-19, khususnya di Kabupaten Banjar.

Masih kata Eddy terkait Social Distancing, masyarakat menjawab 77,4 persen mengetahui dan 22,6 persen belum mengetahui.

Pertanyaan kedua terkait sumber informasi responden menjawab kebanyakan dari TV kemudian media sosial, siaran keliling, dan komunikasi antar masyarakat.

Adapun terkait pertanyaan kepedulian responden melihat orang melanggar protokol Kesehatan setengah dari responden akan menegurnya, akan tetapi ada 11,6 persen yang tidak peduli.

“Nah, 11,6 persen ini lah yang mungkin akan menjadi sasaran dari penginformasian lebih lanjut dan menjadi dasar kebijakan–kebijakan protokol komunikasi publik yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar, apakah melalui sanksi, penindakan dan sejenisnya,” jelas Eddy.

Kemudian pertanyaan terakhir, terkait informasi apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat saat pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil survei, ternyata informasi Protokol Kesehatan paling dibutuhkan masyarakat yaitu 20,94 persen.

Kemudian data perkembangan Covid-19 sebanyak 19,96 persen, dilanjutkan informasi bantuan sosial 19,70 persen dan keterangan fasilitas perawatan Covid-19 19,70 persen. Peraturan dan Kebijakan Pemerintah 19,70 persen.

Dengan survei yang satu-satunya dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel untuk menilai sejauh mana efektifitas informasi Covid-19 diterima oleh masyarakat tersebut, Kabid IKP menyampaikan menurut kesimpulan Tim KIE masyarakat Kabupaten Banjar lebih dari 50 persen telah mengetahui tentang covid-19 dan mencegahnya

Pihaknya terus mensosialisasikan secara terus menerus, baik pada multiplatform dan melibatkan seluruh stakeholder agar masyarakat konsisten dalam segi pencegahan.

“Kita Dinas Kominfo sudah mengoptimalkan platform media, baik bekerjasama dengan media yang tergabung di Jurnalis Banjar, maupun mengggunakan Radio Suara Banjar, Intan TV, Siaran keliling dan media sosial yang dimiliki Pemkab Banjar,” terang Kabid IKP. (sai)

What do you think?

Rencana Test Swab Massal, BPBD Kalsel Masih Samakan Persepsi

Warga LAURA Terima BLT Tahap II