Kucuran Dana Penanganan Covid-19 di Kabupaten Banjar Capai Rp 20 Miliar

WARTAKOTA.NET – Sejak ditetapkannya kondisi siaga darurat di Kabupaten Banjar pada tanggal 23 Maret 2020 lalu karena mewabahnya Covid-19, tidak sedikit dana yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar untuk menangani virus yang biasa disebut corona ini.

Sekda Kabupaten Banjar, HM. Hilman yang juga salah satu Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banjar menyampaikan, hingga hari ini, dana yang telah dikucurkan untuk menangani dan menanggulangi covid-19 mencapai Rp 20,7 miliar.

“Sumber dana tersebut adalah pengalihan anggaran dari berbagai instansi yang rata-rata berkurang kegiatan pembangunannya sebesar 50 persen,” jelas Hilman di Command Center Barokah Martapura, Rabu (3/6/20).

Hilman menambahkan, Rp20,7 miliar ini merupakan bagian dari anggaran dana tak terduga sebesar Rp103 miliar.

“Kami menginformasikan penggunaaan dana untuk penanganan Corona mencapai 20,7 miliar rupiah, terdiri penanganan untuk kepentingan kesehatan, insentif tenaga medis, jaring pengaman sosial, dan juga untuk pemulihan dampak ekonomi. Kemarin sudah kita salurkan untuk 30.500 Kepala Keluarga (KK) di luar bantuan dari pusat maupun dana desa,” papar Hilman.

Lebih lanjut Hilman menyampaikan, saat ini pihaknya melakukan persiapkan bantuan tahap kedua untuk 66.679 KK di luar bantuan sebelumnya.

Jadi kata Hilman, hampir separuh warga di Kabupaten Banjar diakui terdampak ekonomi setelah sekian lama berdiam di rumah.

“Keluarga pasien juga kita bantu selama mereka melakukan isolasi mandiri dengan mengucurkan bantuan pangan senilai Rp350 ribu,” ungkapnya.

Teknisnya, sebut Hilman, bisa disalurkan ke aparat desa untuk disampaikan langsung kepada keluarga pasien.

“Tetapi kalau tidak bisa, aparat Pemkab Banjar bisa melaksanakannya,” katanya.

Selanjutnya, setelah dilakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 6 kecamatan di Kabupaten Banjar (Kertak Hanyar, Sei Tabuk, Tatah Makmur, Gambut, Martapura dan Martapura Timur), berdasarkan hasil evaluasi dalam rapat internal yang dipimpin Bupati Banjar H. Khalilurrahman bersama DPRD Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu, ditindaklanjuti bahwa PSBB cukup satu tahap untuk selanjutnya diputuskan mengarah ke New Normal.

“New Normal ini ialah mewujudkan tatanan baru produktif yang aman dari Covid-19. Kita mulai memberi pelonggaran di area tertentu dibarengi protokol Covid-19 per 1 Juni kemarin Peraturan Bupati (Perbup) terkait tatanan baru sudah dirancang. Ada enam titik jadi sasaran, tempat kumpulan massa,” jelasnya.

Enam titik New Normal itu terdiri dari Pasar Martapura, Pasar Gambut, Pasar Kertak Hanyar, retail modern serta majelis-majelis taklim/pengajian.

“Di Kabupaten Banjar juga diberlakukan zona hijau, merah, kuning, dan ungu. Namun jika dalam perkembangannya kasus Corona kembali naik maka akan diperketat lagi,” demikian Hilman.

Prihatin Penderita Kista, Relawan Menyambangi Wakil Rakyat

Keluarga Pedagang Terpapar Covid 19 dari Pembeli