Jembatan Dekar, Dibangun dari Hasil Kerja Paksa

Dibangun Pada Zaman Penjajahan Jepang

WARTAKOTA.NET – Jembatan Dekar yang ada di Jalan Kertak Baru Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar ini, merupakan jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Jepang di Indonesia.

Konon, Jembatan Dekar ini merupakan salah satu akses jalan bagi tentara Jepang saat menggelar patroli di kawasan tersebut.

Salah satu sisi Jembatan Dekar yang konon dibangun pada zaman penjajahan Jepang di Kabupaten Banjar. Foto – Sairi

Menurut salah satu tokoh masyarakat Desa Pekauman Dalam, Ahmad, Jembatan Dekar ini dibangun dari hasil kerja paksa (romusha) yang dilakukan tentara Jepang terhadap masyarakat pribumi.

“Jadi dulu itu, masyarakat dipaksa ikut mengerjakan dekar ini, kerja paksalah istilahnya. Jika tidak mau maka akan dihukum,” ujar Ahmad.

Ahmad menambahkan, ia tidak begitu mengingat tahun berapa jembatan ini dibuat. Namun ia mengaku, pada saat jembatan itu dibangun, dirinya masih remaja usia sekolah. Bahkan kata Ahmad, ia menyaksikan orang tuanya ikut kerja paksa.

“Yang jelas saat itu masih masa penjajahan Jepang,” ujarnya.

Foto – Sairi

Selain membuat Jembatan Dekar, masyarakat juga dipaksa untuk membuat sungai, – yang kini sungai itu dinamakan Sungai Kerta Suta -. Dan hingga saat ini sungai tersebut masih digunakan oleh masyarakat.

“Sebenarnya Jembatan Dekar itu dulunya pernah mau di-bom oleh pihak Belanda, namun bom yang dijatuhkan melenceng, sehingga mengenai rumah warga yang jaraknya sekitar 800 meter dari lokasi Jembatan Dekar ini. Dan lubang bom-nya masih ada,” imbuhnya.

Konstruksi Jembatan Dekar dinilai kokoh dan kuat. Foto – Sairi

Di sisi lain, dirinya mengakui bahwa hasil konstruksi Jembatan Dekar tersebut sangat kuat atau kokoh hingga saat ini. Bahkan jika dibandingkan dengan bangunan saat ini, tentu kualitasnya sangat jauh.

“Ditabrak mobil saja Jembatan Dekar ini tidak retak, padahal mobilnya hancur, tapi bangunan Jembatan Dekar ini tidak ada kerusakan. Karena dulunya saat membangun Jembatan Dekar ini, materialnya benar-benar bagus, bahkan batu cornya saja dicuci satu persatu,” tuturnya. (sai)

What do you think?

Banjarbaru Ditargetkan Ikut Sukseskan Rekor MURI

Diskominfo Banjar Bagikan Buku Panduan Covid-19 Berbahasa Banjar