Syech Kiramatulla Ungku Saliah salah satu ulama asal Sumatera Barat

Kalau Ada Foto Orangtua Berkopiah Hitam di Rumah Makan Padang, Menandakan Hal ini

WARTAKOTA.NET – Pernah ke rmah makan padang? pasti sebagian besar masyarakat Indonesia menjawab pernah menikmati sajian ala rumah makan Padang.

Pernah memperhatikan foto foto yang dipajang di dinding rumah makan padang? pastilah pernah,, dan ada yang memperhatikan tidak, kalau di beberapa rumah makan padang ada foto seorang kakek berkopiah hitam.

Siapa dia dan mengapa fotonya dipajang di setiap rumah makan padang biarpun tidak semua? foto tersebut merupakan foto dari Ungku Saliah.

Rumah Makan Padang hampir selalu ada di tiap kota yang ada di Indonesia

Adanya foto Ungku Saliah menandakan rumah makan tersebut adalah asli Pariaman, Semua foto Ungku Saliah selalu sama kepala berkopiah hitam yang sedikit miring ke kanan, berjenggot agak panjang, serta mengenakan kain sarung kotak-kotak yang dikalungkan di leher. Semua fotonya pun sudah pasti hitam putih.

Ungku Saliah adalah ulama, tokoh agama asli Pariaman yang dikeramatkan.dikutip dari postingan di  group facebook Indonesia Tempoe Doeloe, adanya  foto Ungku Saliah di tempat usaha mereka, sebagai sebuah bentuk penghormatan. Beliau juga sebagai contoh keteladanan orang Pariaman yang telah berjasa mengajarkan ajaran islam kepada masyarakat.

Nama aslinya adalah Syech Kiramatulla Ungku Saliah, lahir pada 1887 di Pariaman. Beliau anak dari pasangan Tulih (Ayah) dan Tuneh (Ibu). Dilahirkan di Pasar Panjang Sungai Sariak, dan merupakan anak tertua dari empat bersaudara.

Ungku Saliah dipanggil oleh kedua orang tuanya dengan sebutan Dawat. Sementara teman dan keluarganya memanggilnya Dawaik.

Cerita yang berkembang, sejak kecil Dawaik sudah banyak menunjukkan keistimewaan dan kecerdasan. Dawaik belajar ilmu agama Islam diusia 15 tahun, di Surau Kalampaian Ampalu Tinggi yang dipimpin Syekh Muhammad Yatim Tuangku Mudiak Padang. Di surau itu, ia menempuh pendidikan pertamanya hingga mendapatkan gelar Tuanku Saleh atau Ungku Saliah.

Menurut sejarahnya, Ungku Saliah juga sempat berguru kepada dua ulama besar lainnya Seperti Syekh Aluma Nan Tuo di Koto Tuo, Bukittinggi dan memperdalam ilmu tarekat kepada Syekh Abdurrahman di Surau Bintungan Tinggi. Ungku Saliah wafat pada 3 Agustus 1974.

Semasa hidupnya, Ungku Saliah diberikan kelebihan, banyak warga setempat dan luar daerah yang datang untuk minta doakan Kepada Allah Ta’ala agar penyakit mereka disembuhkan. Makamnya yang berada di Sungai Sariak, Pariaman, hingga sebelum masa wabah Covid-19,  terutama di bulan Ramadan, makam beliau dipenuhi penziarah.

Ungku Saliah wafat pada 1974, Mulai saat itu, tradisi memajang foto Ungku Saliah tersebar di semua rumah makan padang khas Pariaman.

Di kota besar mungkin sudah jarang, Tapi di kota-kota kecil, terutama di Pariaman dan perbatasan Kabupaten Agam, masih banyak rumah makan kecil yang memajang foto Ungku Saliah.

Kalau masih penasaran? cobalah kunjungi rumah makan padang di kota anda, perhatikan sekitar dinding nya, kalau ada foto Ungku Saliah, tanyakan saja langsung, apakah pemiliknya orang Pariaman.

Eits, ingat kalau wabah Covid-19 masih ada, pesan dan bawa pulang ke rumah aja ya makanannya.