Nasi Pundut, Sensasi Kelezatan Masakan Banjar

Nasi pundut diberi kuah masak habang dan telur asin membuat makanan khas Banjar ini jadi favorit

WARTAKOTA.NET – Masakan Banjar, membahas olahan kuliner khas masyarakat Banjar ini memang tidak akan habisnya, apalagi masakan Banjar ini juga banyak mendapat pengaruh dari berbagai budaya, seperti dari timur tengah, melayu, cina, Dayak dan lainnya.

Seperti Nasi Pundut, kuliner satu ini menjadi salah satu makanan yang menjadi favorit banyak orang, contohnya, di warung makan Bawah Pohon Asam, Cempaka, ratusan porsi nasi ludes setiap harinya ludes di beli pelanggan.

Nasi Pundut biasanya tersedia di warung warung yang ada di pinggir jalan

Memang Nasi Pundut belum sepopuler Ketupat Kandangan dan Soto Banjar bagi para pelancong luar daerah, namun Nasi Pundut patut di nikmati, karena rasanya yang gurih, manis dan tepat untuk pengganjal perut.

Aroma harum terpapar saat nasi pundut yang masih panas di buka, dibalut daun pisang, dengan lelehan santan yang bikin gurih, kemudian di beri kuah masak habang (meskipun namanya sambal namun tidak pedas) ditambah dengan intalu jaruk (telur bebek asin) atau dengan iwak haruan (ikan gabus) masak habang, hmmmmm…. Kuliner ini bisa bikin ketagihan.

Nasi Pundut sebenarnya mudah ditemukan di warung warung makan Banjar, yang ada di pinggir jalan, baik di Kalsel, Kaltim dan Kalteng. Bagi yang ingin mencoba membuat sendiri, bisa ikuti petunjuk resep berikut :

Ciri khas Nasi Pundut adalah bungkusnya (pundut) dari daun pisang

Bahan yang harus disiapkan
300 gr beras
400 ml santan cair
1 sdt garam
2 lembar daun salam
200 ml santan kental
Daun pisang untuk membungkus
Bilah lidi
Bahan masak habang/bumbu merah:
8 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah cabe merah kering (buang bijinya)
1 buah cabe merah segar (jika suka pedas)
1/2 ruas jari kunyit
1/2 ruas jari jahe
2 ruas jari kayu manis
1 sdm gula merah serut
1/4 bungkus terasi ABC
1 sdt air larutan asam Jawa
Secukupnya garam
Sedikit bawang putih goreng
Secukupnya minyak goreng
Secukupnya air

Setelah bahan sudah siap maka pertama daun pisang dibersihkan lalu kukus sebentar agar layu dan tidak mudah sobek saat digunakan untuk membungkus.

Rebus santan kental, tambahkan sedikit garam sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Lalu sisihkan.

Cuci bersih beras lalu tuangi santan cair, masukkan daun salam dan garam, masak sampai airnya habis.

Ambil daun pisang kemudian sobek, masukkan 1/2 centong aronan beras tadi lalu guyur dengan 2 sendok santan kental. Bungkus lalu tusuk menggunakan lidi untuk mengunci pundutan (bungkusan) daun pisang. Setelah itu dikukus selama 30 menit.

Sambil menunggu kukusan nasi pundut, siapkan juga kuah masakan habang, rendam cabe merah kering kedalam air panas selama 5 menit. Haluskan bawang, jahe, kunyit, dan cabe merah kering tadi kemudian masukkan ke dalam wajan, tambahkan kayu manis.

Aduk hingga meletup-letup kemudian tambahkan acan (terasi), larutan asam Jawa, gula merah dan sedikit bawang putih goreng. Jika warna bumbu sudah mulai merah tua tambahkan minyak goreng, masukkan garam dan gula kemudian tes rasa.

Kalau sudah di rasa masak habang sudah sesuai selera, tambahkan air panas agar bumbu lebih encer.

Bagi yang pernah menikmati Nasi Pundut akan memberi sensasi kenikmatan yang bikin ketagihan

Nah, kalau kukusan nasi pundut sudah masak, sajikan bersama kuah masak habang, untuk menambah selera, bisa ditambah dengan intalu jaruk (telur asin) atau iwak haruan (ikan Gabus) dan intalu masak habang, hmmm dipastikan lidah anda bergoyang.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Kena Petir, Listrik Padam Kalselteng

Nasdem Pilih Nadjmi -Jaya