4 Kecamatan di Kabupaten Banjar Rawan Karhutla

Minta Bantuan Helikopter Water Bombing Padamkan Hotspot

WARTAKOTA.NET – Berdasarkan pantauan dari satelit Lapan, sejumlah titik api (hotspot) dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah ada ditemukan di Kabupaten Banjar.

Keberadaan titik api tersebut terbagi dibeberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar, seperti di Kecamatan Sungai Tabuk, Kecamatan Martapura Barat, Kecamatan Sungai Pinang, dan Kecamatan Aranio.

Demikian disampaikan oleh Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Beencana Daerah (BPBD) kabupaten Banjar, H. Irwan Kumar kepada Jurnalis Wartakota.net, Kamis (27/8/20).

Kumar –sapaan akrabnya– mengatakan, dalam upaya memadamkan Karhutla yang terpantau oleh satelit, pihaknya akan malakukan koordinasi dengan Satuan Tugas  (Satgas) yang ada di kecamatan untuk melakukan pengecekan ke lokasi yang terdapat titik api.

“Setelah ada titik api terpantau, Satgas darat yang ada di kecamatan langsung melaporkan ke Pos Data Laporan (Posdalop),” terangnya.

Kumar menambahkan, saat ini BPBD Kabupaten Banjar belum mendirikan pos di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Rencananya, Posko Satgas Karhutla itu akan didirikan di awal bulan September 2020 ini.

Kemudian, sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan, BPBD juga melakukan sosialisasi berupa pemberitahuan melalui aparat kecamatan agar masyarakat tidak membakar lahan saat hendak mengolah atau membuka lahan pertanian.

“Kebakaran hutan dan lahan sampai saat ini bermacam macam penyebabnya. Seperti orang yang mancing, tolong matikan puntung rokoknya dengan benar,” cetusnya.

Selain itu menurut Kumar, Karhutla ini bisa saja disebabkan oleh faktor kesengajaan membakar untuk membuka lahan. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Banjar sudah berkoordinasi dengan pihak penegak hukum untuk hal ini.

“Apabila ada yang tertangkap tangan melakukan pembakaran, maka langsung kita tangkap dan dilakukan proses hukum. Pihak penegak hukum baik Babinsa selalu melakukan patroli,” tegasnya.

Di sisi lain kata Kumar, kebanyakan titik api yang membakar hutan dan lahan sangat jauh dari sumber air. Oleh karena itu pihaknya meminta bantuan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman.

“Ini karena tempatnya sangat jauh dan membutuhkan waktu lama untuk sampai ke lokasi,” pungkasnya.

Sekadar informasi berdasarkan data BPBD Kabupaten Banjar, selain Kecamatan Sungai Tabuk, kecamatan yang masuk kategori rawan Karhutla adalah Kecamatan Astambul, Kecamatan Aranio, dan Kecamatan Simpang Empat. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Bulog Perkenalkan Beras Fortivit di Banjarbaru

Tanpa Harus Diurus Ahli Waris, PT. Taspen Cairkan Santunan dan Asuransi