Angka Pernikahan di Bawah Umur Menurun

WARTAKOTA.NET – Angka pernikahan anak dibawah umur 19 tahun, dipastikan menurun pada tahun ini. Hal itu disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjar, H. Ahmad Syarwani.

Syarwani mengatakan, berdasarkan data Kemenag Kabupaten Banjar dari Januari hingga September 2020, angka pernikahan di bawah umur 19 tahun sebanyak 24 orang laki-laki dan 126 perempuan.

Sementara angka menikah di bawah umur 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki, sebanyak 13 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Sedangkan yang menikah di atas usia 16 dan 19 tahun masuk dalam kategori usia menikah di bawah 20 tahun, yakni sebanyak 175 orang laki-laki dan 766 perempuan.

“Laporan tahun 2020 itu sudah mengacu pada UU No 16 tahun 2019 yang merupakan perubahan dari UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Dimana terdapat perubahan ketentuan batasan umur, yaitu baik laki-laki dan perempuan diizinkan menikah apabila berumur 19 tahun,” terang Syarwani saat dihubungi via seluler, Senin (12/10/20).

Ilustrasi pernikahan di bawah umur. Foto – Pixabay

Syarwani menambahkan, pada laporan tidak dikenal lagi istilah pernikahan di bawah umur, tapi pernikahan di bawah usia 19 tahun.

“Tentu saja mendapatkan dispensasi pengadilan agama, kalau kita bandingkan dengan cermat 2019 dan 2020, maka angka pernikahan di bawah umur 19 tahun cenderung menurun,” jelasnya.

Lebih lanjut Syarwani menjelaskan, pernikahan di atas usia 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki di 2019 yang dimasukkan ke dalam kategori usia di bawah 20 tahun, angkanya sangat tinggi hingga mencapai 941 orang.

Pada laporan 2019 sesuai UU No. 1 tahun 1974, batasan umur yang diizinkan untuk menikah bagi perempuan adalah 16 tahun, sedangkan laki-laki 19 tahun.

“Apabila pernikahan terjadi di bawah dari ketentuan umur tersebut, maka dalam laporan kami sebutkan pernikahan di bawah umur, sehingga angkanya memang kecil, karena yang menikah di atas umur tersebut tidak termasuk dalam laporan pernikahan di bawah umur tapi masuk dalam kategori menikah di bawah umur 20, dan angka kategori ini cukup besar,” paparnya.

Kantor Kemenag Kabupaten Banjar.

Sebelumnya, berdasarkan data Pemprov Kalsel, Kabupaten Banjar masuk daerah perhatian atas bersama tiga daerah lain di Kalsel karena kasus menikah di bawah umurnya yang tinggi di tahun 2019.

Selain itu KPUD Kabupaten Banjar saat melakukan pendataan untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilkada 2020, juga menemukan 100 orang warga Kabupaten Banjar yang memiliki buku nikah di usia di bawah 17 tahun. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Dishub Disidak Pjs Wali Kota Banjarbaru! Ada Apa?!

Wakil Rakyat Godok Perda Larangan Toko Ritel Modern