Atasi Permukiman Marjinal, Haris Makkie: Ditata, Bukan Digusur

WARTAKOTA.NET – Calon Wali Kota Banjarmasin H. Abdul Haris Makkie menegaskan tidak ada kalimat penggusuran dibenaknya. Ia menyatakan bahwa yang diperlukan untuk mengelola Kota Banjarmasin adalah penataan, bukan aksi penggusuran. Menurutnya, penggusuran sebuah pemukiman hanya memindah masalah.

“Itu tidak menyelesaikan masalah, ini masyarakat kita yang harus kita perhatikan,” tegas Haris seraya menyampaikan bahwa ia sangat tidak sepakat jika untuk kawasan permukiman marjinal disebut permukiman kumuh, kawasan yang harus digusur untuk memperindah kota.

“Selesaikan masalah dengan solusi, dan solusi untuk itu adalah penataan kota,” ucapnya.

Haris menambahkan, rumah warga di pemukiman marjinal –yang dikategorikan tidak layak dari sisi kesehatan maupun keamanan bagi penghuni rumah–, harus ditata sedemikian rupa agar layak huni.

“Pemerintah harus hadir di saat itu untuk membantu rakyatnya, bukan malah main gusur, kalau ditata dengan baik dan benar, kan jadi layak,” cetus Haris Makkie.

Mengenai persoalan anggaran untuk penataan kawasan permukiman, Haris mengatakan hal tersebut tergantung dari kebijakan pimpinan daerah.

“Ini kan soal berani tidak, mau tidak, berbuat kebaikan untuk rakyatnya. Kalau kami mulai awal berniat, apabila diamanahi menjadi pimpinan daerah, kenyamanan masyarakat, peningkatan, dan kebangkitan kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama kami,” tegas pria yang juga Ketua PWNU Kalsel dan mantan Sekdaprov Kalimantan Selatan ini. (tim)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Guru Fadhlan Masih Rutin Ziarah ke Makam Sang Ibunda

Perkumpulan Media Online Adakan Workshop Journalist Camp