Dibandingkan virus corona Banjarbaru lebih seriusi serangan penyakit DBD

Banjarbaru Seriusi DBD di Bandingkan Corona

WARTAKOTA.NET – Banyaknya kasus korban DBD yang harusnya menjadi perhatian lebih di banding Virus Corona.

Saat ini Virus Corona memakan korban mencapai 1.018 jiwa. Sedangkan yang terinfeksi sebanyak 38.040 jiwa dari 43.101 kasus yang di tangani.

Menanggapi kasus Virus Corona Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan, Rizana Mirza, lebih memberikan perhatian nya pada permasalahan Demam Berdarah Dangue (DBD) yang saat ini menurut nya lebih meresahkan warga Kota Banjarbaru.

Dia menjelaskan, di awal tahun 2020 hingga saat ini, pihaknya sudah menangani sekitar 13 kasus DBD, Dengan hal itu seharusnya masyarakat banjarbaru harus lebih waspada, di tambah saat musim penghujan potensi pertumbuhan nyamuk DBD semakin meningkat.

Kadinkes Kota Banjarbaru Rizana Mirza nyatakan sampai Februari 2020 sudah ada 13 kasus DBD

“Masyarakat diharapkan lebih perhatian terhadap pencegahan DBD, dengan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan, seperti membersihkan penampungan air di wadah air dispenser, bagian belakang kulkas, bak mandi dan wadah air minum burung, itu biasanya memicu berkembang biaknya jentik. Saya lebih sepakat masyarakat kita lebih memperhatikan pencegahan DBD dibanding virus corona,” jelasnya saat ditemui Reporter di ruangannya.

Sementara virus corona ujarnya, pihaknya selalu melakukan penyuluhan kepada masyarakat, jika ada masyarakat yang kembali dari Cina ke Banjarbaru pihaknya segera melakukan pemeriksaan serta melihat perkembangan selama 14 hari masa inkubasi.

“Virus Corona yang meresahkan ini memang perlu kewaspadaan, namun dengan pemeriksaan yang ketat tentu untuk masuk ke sini pasti susah. Pemeriksaan berawal dari Negara Thailand, Setelah itu di KKP Jakarta mereka diperiksa lagi. Jadi kemungkinan bisa sampai kesini itu sangat kecil. Yang lebih penting kita jaga kesehatan diri dan perilaku hidup bersih lah,” jelas nya Rizana Mirza

“Intinya saya meminta kepada masyarakat Banjarbaru untuk menjaga pola dan perilaku hidup yang bersih. Khusus DBD upayakan selalu mengamalkan 3M, Menguras, Menutup dan Mengubur,” lanjutnya memberi himbauan.

Warga Banjarbaru diminta untuk terus menggiatkan pola hidup bersih dilingkungannya

Sementara itu Khotimah (40), seorang penjual daging di Pasar Bauntung Banjarbaru mengaku, di tempatnya tidak ditemukan adanya kabar korban DBD. Lantaran lingkungan di lokasi tempat tinggalnya cenderung bersih.

“Alhamdulillah tidak ada demam berdarah di tempat kita, karena kami cegah juga dengan pakai obat nyamuk kalau mau tidur,” katanya.