Berniat Menambah Ilmu Agama, Jamaah Haul Guru Sekumpul Terjebak

WARTAKOTA.NET – Tiga orang jamaah Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul yang berasal dari Pulau Jawa, hingga saat ini masih berada di Kota Martapura Kabupaten Banjar.

Saat ini, mereka tinggal di tempat peristirahatan para peziarah Kubah Aminullah (Datu Bagul) Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur.

Ketiga orang jamaah itu ialah Ibnu yang berasal dari Banten, Aldi dari Bogor, dan Aras dari Jakarta. Mereka teman satu Pondok Darul Mustafa, Bogor.

Ibnu mengaku baru pertama kali mengikuti Haul Abah Guru Sekumpul, dan belum mengetahui situasi di Martapura.

“Sebenarnya kita gak pulang langsung kemarin karena ingin mencari ilmu disini. Gak taunya kondisinya pandemi seperti ini. Dan uang yang kami sediakan untuk pulang sudah habis untuk makan sehari-hari,” ujar Ibnu, Rabu (29/4/20).

Sebelumnya, mereka menginap di Masjid Syi’arus Solihin. Namun oleh Satpol PP mereka diminta pindah dan akkhirnya pada awal ramadan mereka berpindah ke Makam Datu Bagul.

“Pas (ketika) sampai ke sini (Makam Datu Bagul) uang kami sudah habis, yang ada hanya air putih dan kurma. Selama dua hari kita hanya makan kurma. Beruntung pihak pengelola makam ini setelah tahu keberadaan kami mereka memberi kami makanan,” ungkapnya.

Sementara itu, pengelola Makam Datu Bagul, M. Subhan menuturkan, pihaknya baru mengetahui keberadaan tiga orang jamaah ini setelah mereka dua hari di sini. Sebelumnya, mereka tidur di teras mushola dekat makam.

“Kita berikan bantuan semampu kita, dan sudah pasti bantuan kita ini sangat terbatas,” ucapnya.

Dikatakan Subhan, pihaknya dengan senang hati menyediakan tempat ini untuk mereka. Namun untuk konsumsi, Subhan mengaku tidak sanggup jika terus menyiapkan bahan makanan untuk mereka.

“Kita berharapnya aparat pemerintah dari tingkat desa dan kabupaten dapat membantu mereka, karena kemampuan kami juga terbatas,” harapnya.

Terpisah, Kepala Lingkungan Desa Keramat Baru, Anang Safuani menuturkan, pihaknya telah mengunjungi ketiga jamaah tersebut. Di sisi lain, ia menyayangkan pihak pengelola makam tidak melaporkan ke pihak aparatur desa.

“Setelah kita mengunjungi mereka kemarin bersama pihak Dinas Sosial Kabupaten Banjar juga, namun sampai saat ini tidak ada lagi informasi lanjutan dari Dinas Sosial. Dan kita belum ada juga memberikan bantuan, karena kita menunggu informasi lanjutan dari Dinas Sosial,” katanya.

Diakuinya, Desanya sendiri saat ini tengah berupaya untuk membantu warga yang tengah terdampak covid-19. Dana Desa pun tahun ini dipotong untuk bantuan yang terdampak covid-19.

“Di desa kami ini juga belum ada pembagian sembako, jadi belum bisa membantu orang luar,” tutupnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Bupati Banjar Sampaikan LKPJ Anggaran 2019

Apabila Haji Tahun 2020 Batal, Nasib Setoran Lunas Jemaah Bagaimana?