Bersepeda, Kadishub Banjarbaru Patroli Keliling Lapangan Dr Murjani

WARTAKOTA.NET – Bukan mobil patroli ataupun sepeda motor. Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie beserta jajaran lebih memilih menggunakan sepeda untuk berpatroli keliling Lapangan Dr. Murjani, guna memantau langsung rekayasa lalu lintas dan titik parkir di sekitar lapangan ikonik Kota Banjarbaru ini, Sabtu (17/10/20) malam.

Kadishub Banjarbaru beserta jajaran berpatroli menggunakan sepeda untuk meninjau titik-titik parkir di sekitar Lapangan Dr. Murjani. Foto – Humas Dishub Bjb

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami yang turut serta dalam patroli sepeda menyampaikan, berdasarkan arahan langsung dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan menempatkan seluruh personil Dishub setiap malamnya untuk bisa menilai dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan, terkait penataan ulang parkir maupun rekayasa lalu lintas di sekitar Lapangan Dr. Murjani.

Penataan ulang perparkiran di Lapangan Dr. Murjani selain untuk memperlancar arus lalu lintas, juga untuk memecah kerumunan terkait penerapan prokes Covid-19. Foto – Humas Dishub Bjb

“Artinya setiap saat bisa dievaluasi apa yang terbaik dan bagaimana yang menjadi kenyamanan bagi semua pihak, baik pemerintah kota, masyarakat, pedagang, maupun pengelola wahana permainan,” terang Nizam.

Rekayasa lalu lintas dan penataan ulang titik parkir ini dilakukan dalam rangka penerapan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E. Rondonuwu kepada sejumlah kepala SKPD terkait, beberapa waktu lalu.

Kadishub Kota Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie (depan). Foto – Humas Dishub Bjb

Pjs Wali Kota Banjarbaru menginginkan agar Lapangan Dr. Murjani Banjarbaru, bisa menjadi lapangan percontohan dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19. (tet)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Adakan Pertemuan dengan HMJ, Generasi Milenial Harapkan Ini

Keberadaan Mall Pelayanan Publik Dinilai Bisa Pangkas Prosedur Perizinan