Dewan Banjar Terbelah

Soal Penyertaan Modal ke PDAM Intan Banjar

WARTAKOTA.NET – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar tetap bersikeras menolak rencana penambahan modal sebesar Rp30 miliar kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar, meskipun ada anggota dewan lain yang menyatakan setuju terhadap penambahan modal tersebut.

Namun, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, M. Rofiqi menuturkan, perbedaan pendapat itu merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Menurutnya, itu menandakan di DPRD Kabupaten Banjar proses demokrasi berjalan lancar.

“Wajar saja itu. Namun dari paripurna kemarin, beberapa fraksi sudah sepakat untuk menolak rencana penambahan modal tersebut,” ujarnya, Senin (21/9/20).

Dikatakan Rofiqi, jika PDAM Intan Banjar memang ingin menambah modal, maka dapat menggunakan uang deposit yang dimiliki PDAM intan Banjar saat ini senilai Rp68 miliar.

“Kenapa tidak uang itu saja yang digunakan, kenapa harus pemerintah lagi. Kita semua tahu kondisi hari ini keuangan daerah terkuras oleh penanganan Covid-19,” katanya.

Ditambahkannya, penambahan modal untuk PDAM Intan Banjar dapat dikatakan bukan hal yang urgent (darurat). Hanya dengan penambahan modal berupa aset saja, Pemkab Banjar telah memiliki saham sebesar 51 persen atas perusahaan tersebut.

“Kalau aset kita tidak masalah. Tapi kita tidak setuju jika berbentuk uang. Untuk penanganan dan pemulihan saja, diperkirakan sampai 2022 akibat Covid-19 ini. Jadi mending fokus dulu untuk perbaikan itu,” ungkapnya.

Diketahui, disebuah situs media online, salah satu anggota komisi II mengaku setuju atas usulan penambahan modal untuk PDAM Intan Banjar guna memberikan pelayanan lebih maksimal kepada masyarakat Kabupaten Banjar. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Ada Karyawan Teladan, DPMPTSP Banjarbaru Berikan Penghargaan

Penggiat Seni dapat Bantuan dari Polda, Kadisporabudpar : Tepat Sasaran