Gelar Operasi Yustisi Saat Jam Kerja

WARTAKOTA.NET – Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polri, dan TNI kembali melaksanakan operasi yustisi untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Banjarbaru, Senin (19/10/20).

Tidak seperti biasanya, operasi yustisi kali ini dilakukan pada saat kebanyakan masyarakat sedang bekerja atau pada saat jam kerja.

Kepala Seksi (Kasi) Teknis Fungsional Satpol PP Kota Banjarbaru, Khairunnisa menyampaikan, penegakan disiplin pelanggaran protokol kesehatan ini dilakukan di beberapa titik dengan menyusuri jalan di sekitar Lapangan Dr. Murjani Banjarbaru.

“Dari depan balai kota berjalan menuju ke depan kantor Samsat, kemudian berjalan lagi ke Jalan Pangeran Suriansyah hingga kembali lagi ke depan Lapangan Murjani,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelanggaran yang didapati bermacam-macam, mulai dari yang tidak membawa masker sama sekali, sampai yang membawa masker namun tidak dipakai.

“Ada yang naruh (meletakkan) masker di kendaraan, ada yang dipakai di bawah dagu, itu kita kenakan sanksi sosial teguran tertulis, teguran lisan, dan pembacaan Pancasila,” jelasnya.

Sementara itu, Ipda Rudi Ahmadi, selaku Tim Penegak Protokol Kesehatan dari instansi polri mengaku bahwa sampai saat ini masih banyak didapati pelanggaran masyarakat yang tidak menggunakan masker saat berkendara.

“Untuk pelanggar yang didapati hingga saat ini berkisar sekitar 25 pelanggar,” ungkapnya.

Selain diberi teguran dan imbauan, para pelanggar juga berikan sanksi sosial jika didapati melakukan pelanggaran seperti tidak menggunakan masker, maupun masker yang diturunkan di dagu saat berkendara.

Tidak hanya pengguna sepeda motor, pengendara roda empat seperti mobil yang tidak menggunakan masker juga diberhentikan oleh petugas.

“Kita berikan imbauan, kita berikan masker, namun ada juga pelanggaran yang penggunaan masker tidak selayaknya maka sanksi sosial juga kita terapkan,” tutupnya. (tet)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Prajurit TNI Lakukan Tes Urine

DPRD – Pemko Sepakat Dorong Industri di Banjarbaru