Kapolsek Mataraman: Warga Dapat Memahami Imbauan Pemerintah

WARTAKOTA.NET – Percepatan penanganan covid-19 yang dilakukan oleh Polsek Mataraman, hingga hari ini tetap mengacu pada arahan dari pemerintah daerah dan imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banjar.

Imbauan itu seperti meniadakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat dzuhur di rumah masing-masing, begitu pula dengan salat tarawih berjamaah yang dilakukan di rumah saja.

Demikian diungkapkan Kapolsek Mataraman Iptu Embang Pramono, saat acara talk show di Studio Radio Suara Banjar 100,4 FM yang dipandu host kondang Ronny Lattar, Kamis (7/5) siang.

Menurutnya, hal ini diberlakukan sejak dikeluarkannya surat edaran dimaksud dengan melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat, tokoh ulama, dan pengurus beberapa masjid dan mushola yang ada di 15 desa.

“Umumnya mereka semua mengerti maksud dari imbauan yang dilengkapi surat edaran yang dikeluarkan, terlebih dengan ancaman hukuman bagi yang melanggarnya” ujarnya.

Meskipun diakuinya terdapat kendala yang dihadapi saat sosialisasi di lapangan, namun semuanya bisa diatasi dengan baik oleh petugas.

“Kerjasama yang baik oleh aparat kepolisian dengan aparat pemerintahan desa hingga ketua RT bisa terlaksana, seperti pencegahan terjadinya paparan covid-19 di Kecamatan Mataraman,” katanya lagi.

Lebih jauh Iptu Embang mengatakan, pendataan warga yang baru datang dari luar juga dilakukan oleh aparat, lantaran di wilayah ini terdapat beberapa perusahaan yang karyawannya dari luar.

Merespon cepat laporan bahwa ada pendatang, aparat langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama melakukan pemeriksaan terhadap warga dimaksud, seperti memintai keterangan dan riwayat perjalanannya.

“Jika ditemukan riwayat perjalanan yang mencurigakan, maka selanjutnya akan kami serahkan kepada tim medis dari pihak puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap warga bersangkutan,” ungkapnya.

Polsek Mataraman juga melakukan kegiatan sosial lainnya seperti membagikan paket sembako bagi warga yang terdampak covid-19. Paket sembako yang merupakan hasil swadaya dari aparat kepolisian yang menyisihkan sebagian penghasilannya tersebut dibagikan kepada 300 warga setempat.

“ini sesuai dengan arahan dari Kapolres Banjar untuk membantu warga yang terdampak sampai kepelosok, untuk 1 desa 20 keluarga yang mendapatkannya,” bebernya.

Sementara untuk situasi kondisi keamanan dan ketertiban sejak bulan april hingga minggu awal bulan mei 2020 aman dan kondusif. Tidak ada tindakan kriminal yang melanggar hukum terjadi. Hanya saja kerap terjadi kecelakaan lalu lintas di 5 desa ruas Jalan Ahmad Yani yang dilewati lantaran merupakan jalur padat kendaraan bermotor antar provinsi.