Kasus Pasar Sungai Bakung ‘Mengendap’, Pengamat Hukum : Masyarakat Dirugikan, Tuntaskan!

WARTAKOTA.NET – Pengamat Hukum Badrul Ain Sanusi, menyayangkan lambatnya proses hukum mengenai permasalahan bangunan Pasar Sungai Bakung yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar. Kasus pasar tersebut hingga kini belum juga tuntas.

Badrul mengatakan, kasus pembangunan Pasar Sungai Bakung yang sudah mengendap perkaranya selama 3 tahun ini, tidak hanya menyisakan ausnya bangunan serta terlihat kumuh.

“Padahal sangat kuat dalam kasus ini ada indikasinya kerugian keuangan negara dan warga yang telah lama membayar tebusan untuk berdagang di Pasar tersebut,” ujar Badrul, Senin (5/10/20).

Badrul menduga, ada hal-hal yang disembunyikan oleh para pihak yang terlibat di dalam kasus pembangunan Pasar Sungai Bakung ini, sehingga memberikan dampak buruk bagi keindahan kota dan merugikan banyak pihak. Menurutnya, perkara seperti ini bukanlah hal rumit bagi penegak hukum untuk menemukan akar masalah dan solusinya dalam penegakan hukum.

“Bagi saya, aparat penegak hukum yg menangani perkara ini sangatlah tidak profesional. Yang pastinya jika menelisik dari kacamata (hukum), masyarakat yang dirugikan merasa dipermainkan yang berkonotasi negatif terhadap aparat penegak hukum,” tegasnya.

Pengamat Hukum, Badrul Ain Sanusi.

Fase proses perkara yang masuk ranah penyidikan dari aparat Kejaksaan Negeri Martapura ini lanjut Badrul, ditemukan kejanggalan informasi, direlevansikan dengan penjelasan dari BPKP.

“Ketidaksinkronan kedua institusi negara ini dalam hal masalah perhitungan keuangan, yang diduga kuat indikasi korupsi yang dilakukan para oknum pejabat seakan tidak ada ujung, padahal solusinya simple, jika kurang lengkap maka lakukan perbaikan dan penambahan, tapi jika dibiarkan sampai kiamat pun perkara ini tidak akan selesai,” tukasnya.

Dengan terkatung-katungnya kasus ini sambung Badrul, membuat masyarakat terutama bagi mereka yang telah membayar kios-kios di bangunan pasar tersebut tidak mendapat kepastian hukum dan dirugikan.

“Bangunan pasar ambruk jadi sarang binatang berbisa dan para oknum penjahat tertawa tanpa tindakan hukum. Maka saatnya aparat penegak hukum, khususnya pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar sesegera mungkin tuntaskan perkara ini dengan kepastian hukum, bukan janji-janji hukum. Jika tidak tuntas, hal ini merupakan preseden buruk dan sejarah kelam law enforcement di Kabupaten Banjar,” pungkasnya.

Diketahui, kasus Pasar Sungai Bakung ini telah berjalan sejak tahun 2016 silam. Bangunan pasar tersebut berdiri di atas lahan Pemkab Banjar. Ironisnya, bangunan tersebut dibangun tanpa adanya kelengkapan administrasi seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan AMDAL.(sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

PD PBB Tolak Kelola Pasar Sungai Bakung

Oknum Wartawan Diduga Lakukan Penipuan