Mada Teruna Tegas Tolak Hasil Verifikasi Faktual

WARTAKOTA.NET – Setelah berjalan selama dua hari, akhirnya rapat pleno rekapitulasi bukti dukungan tiga Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati Banjar 2020 jalur perseorangan, selesai pada Selasa (21/7/20) sekitar pukul 22.00 WITA.

Rapat pleno yang digelar di salah satu hotel yang ada di Kota Banjarbaru ini berjalan dengan sangat alot. Semua pasangan secara bersamaan menyatakan menolak hasil rapat pleno tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Mada Teruna, salah satu Bakal Calon Bupati Banjar ini mengaku keberatan dengan proses rekapitulasi. Karena menurutnya, ada beberapa kecamatan yang tidak mengundang timnya saat melakukan rekapitulasi tingkat kecamatan.

Masih kata Mada Teruna, ada beberapa point yang membuat dirinya tidak bisa menerima hasil dari rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banjar ini.

“Diantaranya proses verifikasi faktual kita mendapat bencana nasional, tetapi pada tahapan Pilkada tidak ada perubahan aturan yang berarti untuk jalur perseorangan,” ungkap Mada.

Mada melanjutkan, dengan adanya bencana nasional ini, hanya ada penambahan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan verifikasi faktual. Tetapi sambungnya, ada pasal karet yang luar biasa dalam hal tersebut.

“Apabila Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam proses verifikasi faktual tidak menemukan orang yang bersangkutan, dan langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Hal ini tambahnya, menjadi sarana penyelenggara dalam level bawah memanfaatkan pasal ini, dan modus ini masif terjadi disemua kecamatan.

“Pihak KPU tidak menyertakan bukti lain tentang tidak adanya orang yang di verifikasi faktual benar-benar tidak ada di rumah, namun hanya langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.

Selain itu Mada juga menambahkan, mengenai masa proses verifikasi faktual, dengan sebanyak 115.000 KTP, namun hanya diberikan waktu selama 14 hari. Ia juga mempertanyakan kualitas SDM PPS.

“Dalam kondisi Covid-19, ada 900 PPS yang dilatih oleh KPU, mampukah KPU meyakinkan kami bahwa mereka semua mengetahui aturan tentang jalur perorangan,” pungkasnya.

Berikut hasil rekap bukti dukungan tingkat kabupaten yang MS atau Memenuhi Syarat dari tiga Bapaslon yang disampaikan Bawaslu Banjar:

1. Pasangan Andin – Guru Oton: 28.678
2. Pasangan Yunani – Suriani: 22.442
3. Pasangan Mada Teruna – Ferryansyah 17.976

Sekadar diketahui, untuk bisa maju sebagai pasangan bakal calon jalur perseorangan di Kabupaten Banjar, syarat minimal bukti dukungan sebanyak 35.237.

Berdasarkan hasil rekapitulasi ini, maka semua Bapaslon kurang dari syarat minimal itu, dan wajib menambahnya kekurangannya dan di kali 2 sebagai sanksi. (sai)

What do you think?

Pertengkaran Suami Istri Berujung Pembakaran Rumah

Minat Anggota Dewan Masih Minim Ikuti Paripurna