Oknum Dokter Banjarbaru Aniaya Istri

Ilustrasi perempuan korban penganiayaan. Foto - Pixabay

WARTAKOTA.NET – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dialami oleh seorang wanita berinisial S (35), warga Komplek Al Azhar Residence Kelurahan Loktabat Selatan, Senin (6/7/20) tadi sekitar pukul 08.45 WITA.

S dianiaya oleh suaminya sendiri, H (52) yang berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit di Banjarbaru, lantaran tak terima didatangi istrinya, saat bersama perempuan lain yang diduga juga istri sirinya di Jalan Kelinci Kelurahan Komet Kecamatan Banjarbaru Utara Banjarbaru (TKP).

Tak terima dianiaya, S melaporkan kasusnya ke Polres Banjarbaru.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubbag Humas Polres Banjarbaru Iptu Tajudin Noor membenarkan kejadian ini, dan sudah menerima laporan dari korban.

Tajudin–sapaan akrabnya,red– menceritakan kronologis kejadian, dimana korban S menghubungi suaminya melalui WhatsApp namun tidak dijawab/direspon oleh H (suami korban).

“Kemudian pelapor (S) mendatangi suaminya (H, terlapor) di TKP. Pada saat pelapor mendatangi suaminya di TKP tersebut, ada istri siri terlapor. Melihat hal itu pelapor langsung menjambak rambut istri siri terlapor,” terang Iptu Tajudin Noor.

Ilustrasi perempuan korban penganiayaan. Foto – Pixabay

Melihat hal tersebut lanjut Tajudin Noor menerangkan, H langsung memukul S di bagian tangan kanan dan tangan kiri, serta muka korban dengan tangan kosong berkali-kali.

“Korban juga dicekik lehernya oleh pelaku. Selain itu jari manis kanan korban dipukul oleh pelaku dengan gagang pel,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian tangan kanan dan kiri, luka bengkak di jari manis tangan kanan, dan merasakan sakit di bagian wajah.

“Kasus ini masih dalam proses penyidikan Polres Banjarbaru, sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga,” pungkas Tajudin.

Saat dikonfirmasi, korban S membenarkan telah melaporkan suaminya atas penganiayaan yang dilakukan, dan hingga kini proses di kepolisian masih berjalan.

“Benar, saya laporkan suami saya dan hingga kini laporan tidak saya cabut,” ungkapnya. (tim)

Disdukcapil Banjar Rumahkan 11 Karyawan

‘Rapat Penting Harusnya Jangan Diwakilkan’