Oknum Polisi Diduga Lakukan Pungli

WARTAKOTA.NET – Enam orang warga yang berprofesi sebagai pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM), mengadukan perihal adanya praktik pungli (pungutan liar) yang mereka alami.

Diduga, praktik pungli yang menimpa mereka dilakukan oleh oknum anggota polisi Polres Banjar. Hal itu dikatakan oleh kuasa hukum sekaligus pengacara mereka, M. Rusdi dan Darmansyah, Rabu (30/9/20).

Diketahui, pelangsir BBM yang mencari keadilan itu adalah Sukismas (28) warga Guntung Alaban Martapura, Slamet Setiawan (25) warga Kampung Baru Martapura, M. Sakiran (36) warga Antasan Senor, Martapura Timur, Yusri (36) warga Antasan Senor, dan Ahmad Zailani (32) dari Desa Murung Kenanga Martapura serta Fauzi.

Sedangkan terlapor, diduga anggota Polres Banjar yang bertugas di Unit Tipiter Sat Reskrim berinisial NA, FA, dan HA.

Pengaduan itu berawal ketika para pelangsir membeli BBM jenis premium (bensin) di salah satu SPBU di Martapura, diamankan oleh Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Banjar pada 13 Januari 2020 silam.

“Ketika ditangkap, statusnya bukan tersangka namun saksi saja. Lalu oknum polisi itu meminta setoran setiap hari,” kata M. Rusdi dan Darmansyah, di Martapura.

Pengacara H. Rusdi dan Darmansyah.

Setoran untuk uang pengamanan itu tambahnya, bervariasi tiap pelangsir. Sukisman misalnya, ia menyetor sebesar Rp20 ribu, Selamet sekitar Rp15 ribu, sedangkan Sakirin diminta Rp10 ribu. Setoran harian itu kemudian diminta setiap bulan atau per 25 hari. Biasanya ungkap Rusdi, total uang yang disetor sebesar Rp2,6 juta. Jumlah uang tersebut dikumpulkan dari 6 orang pelangsir tadi.

“Awalnya kami lapor ke Kompolnas. Karena ada dugaan pelanggaran kode etik, maka kami diarahkan ke Propam Polda Kalsel,” tambah Rusdi lagi.

Lebih lanjut Rusdi menerangkan, setoran itu baru berjalan sekitar 3 bulan. Namun dikarenakan tidak sangggup lagi menyediakan uang, koordinator pelangsir bernama Sukisman akhirnya ditangkap oknum polisi itu. Padahal lanjutnya, premium hasil langsiran itu untuk dijual kembali ke masyarakat, bukan disalurkan ke tambang atau keperluan industri. Di sisi lain, keuntungan yang diperoleh juga tidak begitu besar. Pasalnya, masing-masing pelangsir juga memiliki pekerjaan lain.

“Kami hanya mendampingi dan mencarikan mereka keadilan saja. Supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tukasnya.

Saat hendak dikonfirmasi, tak ada satupun pihak Polres Banjar yang memberikan komentar atau tanggapan terkait pengaduan para pelangsir tersebut, mulai Kasat Reskrim dan Kanit Tipiter sendiri. Humas Polres Banjar Ipda Suwardji pun hanya menyatakan singkat, bahwa laporan tersebut sudah ditangani oleh Polda Kalsel. (tim)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta Satpol PP Aktif Tegakkan Protokol Kesehatan

Wakil Rakyat Fasilitasi Bocah Penderita Penyakit Kulit ke RS