Pandemi Covid-19, Indikator Makro Pembangunan Menurun

WARTAKOTA.NET – Rapat Paripurna penyampaian KUA PPAS dan penambahan Propemperda, digelar di gedung DPRD Kota Banjarbaru dan dihadiri oleh Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani, Selasa (14/07).

Walikota Banjarbaru H. Nadjmi Adhani menyampaikan, terjadi penurunan pada indikator makro pembangunan di Kota Banjarbaru dan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sektor yang saat ini sangat terpukul dengan pandemi Covid-19, yaitu sektor pariwisata begitu juga sektor jasa. Jadi ini sangat erat kaitannya ketika aktivitas pergerakan manusia dibatasi, hotel, tempat makan merupakan sumber pendapatan asli daerah dari pajak hotel dan restoran tidak kuat pertumbuhannya,” ungkap Nadjmi.

Nadjmi menambahkan bahwa masyarakat dituntut untuk lebih disiplin lagi dengan diterapkannya Peraturan Walikota (Perwali). Karena sebutnya, dalam dua minggu ini akan diberlakukan masa sosialisasi Peraturan Walikota (Perwali).

Sanksi yang akan diberikan jika kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19, harus membayar denda dari Rp100 ribu sampai Rp250 ribu apabila tidak menggunakan masker.

“Sanksi fisik sudah kita terapkan, namun masyarakat menanggapinya main-main saat diberikan sanksi push up,” ucapnya.

Ternyata beber Nadjmi, sanksi fisik tidak efektif, sehingga dibuat dan diterbitkanlah Peraturan Walikota (Perwali) tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Protokol Kesehatan Covid-19, dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

“Mudah-mudahan ini sosialisasinya akan kuat, sehingga tidak ada lagi yang tidak tahu dengan perwali ini,” ujarnya. (tet)

What do you think?

Sektor Pertanian Melonjak Naik, Panen Raya Melon Jadi Bukti

Denda Rp 250 Ribu Menanti Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19