PD PBB Tolak Kelola Pasar Sungai Bakung

WARTAKOTA.NET – Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah (PBB) Rusdiansyah membenarkan bahwa pihaknya menolak untuk mengelola Pasar Sungai Bakung. Pasalnya, pembangunan pasar di atas lahan milik Pemkab Banjar itu tidak memenuhi beberapa unsur sesuai PP No 54 Tahun 2017.

“Kami pastinya akan menolak mengelola pasar tersebut jika tak penuhi beberapa unsur, jadi kita tak terima dulu jika ada satu hal permasalahan hukum yang belum selesai,” ujar Rusdiansyah.

Sikap ini kata Rusdiansyah, diambil karena status bangunan Pasar Sungai Bakung belum dapat putusan yang jelas dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar yang melakukan legal opini terhadap permasalahan hukum di sana, berkaitan dengan berdirinya bangunan di atas lahan milik pemerintah.

“Status bangunan tersebut tidak jelas, jadi semua perlu diselesaikan dulu. Kalau semua sudah terpenuhi, kita tak akan menolak penyertaan modal pasar ini ke PD Pasar Bantung Batuah, asal proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” terang Rusdiansyah seraya berharap perlu ada kajian aspek ekonomi, regulasi, dan kelayanan lagi jika bangunan tersebut ingin dimanfaatkan.

“Karena kondisinya sudah tidak layak dan bisa membahayakan bagi pedagang dan konsumen,” katanya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar mengenai perkembangan kasus ini, Kepala Kejari Kabupaten Banjar Hartadi Christianto sedang tidak berada di tempat.

Sedangkan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Tri Taruna F yang menangani kasus tersebut juga sedang berada di luar daerah.

Diketahui, kasus bangunan Pasar Sungai Bakung yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar sejak beberapa tahun yang lalu sampai saat ini belum juga menemukan titik terang.

Kasus ini menjadi kasus temuan Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar pada 2017 lalu, karena bangunan pasar berdiri di atas lahan milik pemerintah dan diduga tidak dilengkapi dengan kelengkapan administrasi dan perizinan yang benar.

Tahapan penyelidikan dan pemeriksaan keuangan kasus bangunan Pasar Sungai Bakung ini pun melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Selatan.

Kondisi terakhir Pasar Sungai Bakung yang masih tidak jelas statusnya ini pun sudah tidak terawat, tampak di sekeliling halaman bangunan dipenuhi dengan semak belukar.

Bangunan Pasar Sungai Bakung yang terdiri dari kios dan bak terbuka ini berjumlah 197 buah, dengan nilai bangunan yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Bahkan diketahui sudah ada para pedagang yang membeli toko atau kios tersebut hingga lunas. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Pembangunan Pasar Sungai Bakung Carut Marut

Kasus Pasar Sungai Bakung ‘Mengendap’, Pengamat Hukum : Masyarakat Dirugikan, Tuntaskan!