Pembangunan Pasar Sungai Bakung Carut Marut

WARTAKOTA.NET – Bangunan Pasar Sungai Bakung yang ada di kawasan Desa Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar tenyata didirikan tanpa sepengetahuan intansi terkait pada tahun 2005 silam.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Ferryansyah menerangkan, awalnya di atas lahan yang kini ada bangunan pasar itu rencananya akan dibangun sebuah Puskesmas.

“Memang ada kajian untuk memindahkan 80 pedagang dari Pasar Sungai Lulut. Tapi Disperindag tidak tahu menahu, tiba-tiba sudah ada bangunan yang terbangun di sana,” ujar Ferry seraya menambahkan bahwa ada bangunan pasar yang sudah dipasarkan, bahkan melalui internet.

“Bahkan ada pembelian kios yang tumpang tindih, di sana kasus ini mulai menjadi benang kusut,” terangnya.

Lebih lanjut Ferry menerangkan, lahan milik Pemkab Banjar ini diserahterimakan pada Disperindag dan tercatat sebagai aset, bukan operasional.

“PD Pasar Bauntung Batuah pun menolak untuk mengoperasikan pasar ini karena bermasalah. Kalau mau dioperasikan pun harus clear dulu kasusnya, baru kita bisa mengajukan penyertaan modal, tapi bangunan yang ada harus dibongkar dulu, baru dibangun kembali,” katanya.

Pasar Sungai Bakung berdiri di atas lahan milik Pemkab Banjar. Foto – Sai

Ferryansyah menambahkan, pembangunan pasar tersebut tidak seperti prosedur yang biasa dilakukan, yakni PD Pasar Bauntung Batuah mengusulkan terlebih dahulu pembangunan pasar, kemudian Disperindag membuat juknis (petunjuk teknis) dan perencanaan pembangunan pasar sampai membangun pasar tersebut.

“Pembangunan Pasar Sungai Bakung itu dilakukan oleh pihak ketiga dan dibangun tanpa memiliki izin, bahkan tanpa lelang dan kajian-kajian. Kalau pembangunannya di lahan milik pribadi tidak ada masalah, tapi justru dibangun di lahan milik pemerintah, bahkan kios di sana sudah laku dijual,” bebernya.

Ferryansyah juga mengakui bahwa banyak masyarakat yang menanyakan perihal kapan pasar tersebut dioperasikan. Pasalnya, sudah banyak pedagang yang membayar bangunan pasar tersebut. Di sisi lain kata Ferry, pihaknya tidak mengetahui kemana uang pembayaran bangunan pasar itu.

“Memang pembangunan tersebut melibatkan pihak ketiga. Kami sendiri ingin memperbaiki, namun karena ada kasus hukum yang belum selesai, kami tidak berani untuk merehab pasar tersebut, nanti bisa jadi masalah baru,” jelasnya.

Lahan Pasar Sungai Bakung itu sambung Ferry, kini berada di bawah Disperindag Kabupaten Banjar. Kendati demikian, pihaknya tidak akan menyentuh lahan itu hingga kasus hukumnya selesai.

“Selesaikan masalah hukum dulu, baru kami bisa tindaklanjuti. Kalau sudah selesai kami akan ajukan penyertaan modal, itu juga clear and clean. Kalau tak ada kasus, ya sesegeranya dioperasionalkan saja,” pungkas Ferryansyah. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Sosialisasi, Haris – Ilham Tekankan Pentingnya 3M

PD PBB Tolak Kelola Pasar Sungai Bakung