Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Diauddin

Penyebab Keracunan Massal di Aluh-Aluh Masih Jadi Misteri?

WARTAKOTA.NET – Hampir sepekan, penyebab keracunan massal yang terjadi di Desa Pulantan Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar, hingga kini masih menjadi misteri.

Camat Aluh-aluh, Syaifullah Efendi saat dikonfirmasi via seluler menuturkan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan mengenai penyebab keracunan massal tersebut.

Menurutnya, nasi kuning yang dihidangkan saat acara ulang tahun itu dimasak sendiri oleh pemilik rumah.

“Kalau basi, tidak, karena pas acara itu kata warga masih enak saja, cuma sampel makanannya sudah diambil juga sama puskesmas, tapi belum ada hasilnya lagi,” ujarnya, Kamis (4/6/20).

Ditemui di gedung DPRD Kabupaten Banjar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Diauddin menyampaikan, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikirimkan masih belum keluar.

Biasanya tambah Diauddin, memerlukan waktu selama dua minggu.

“Hasilnya dua Minggu setelah dikirim baru keluar, soalnya harus menumbuhkan bakterinya dulu,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Diauddin

Sebelumnya, penyebab keracunan massal itu diduga berasal dari nasi kuning yang disajikan pada saat perayaan ulang tahun di salah satu rumah warga setempat.

Usai menyantap hidangan itu, sebanyak 40 orang bocah/anak kecil dan orang dewasa keracunan dengan gejala mual, muntah dan BAB.

Para korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Aluh-aluh untuk menjalani perawatan. (sai)