PLN: yang Terbakar Bukan Trafo, Tapi KWH Pelanggan

WARTAKOTA.NET – Pihak PLN ULP Martapura memberikan klarifikasi, terkait pemberitaan yang menyebutkan terbakarnya satu unit trafo yang menempel di tower (menara) Base Transceiver Station (BTS), di Desa Antasan Senor, Kamis (16/4/20).

Manajer PLN ULP Martapura, Deddy Noveyusa menyampaikan bahwa yang terbakar itu bukanlah sebuah trafo, melainkan itu hanya kilowatt hour (KWH) pelanggan.

Ia juga membantah jika pihak PLN dikatakan lambat dalam merespon laporan pelanggan, jika terjadi kerusakan atau lainnya.

“Laporan masuk jam 11.01 WITA, petugas kita tiba ke lokasi sekitar pukul 11.16 WITA, dan sebelumnya petugas kita tadi sedang melakukan perbaikan jaringan di command center untuk mendukung listrik di sana,” terang Deddy.

Penampakan KWH pelanggan yang terbakar.

“Kebetulan tim tadi tidak sedang di kantor, sehingga membutuhkan waktu menuju lokasi terbakarnya KWH tadi,” tambahnya.

Deddy Noveyusa menuturkan, untuk tindak lanjut terhadap KWH yang terbakar itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak BTS agar instalasi diperbaiki terlebih dahulu sebelum diganti dengan KWH baru.

“Untuk penyebab terbakarnya KWH tersebut, disebabkan korsleting listrik,” ujarnya.

Selain itu Deddy Noveyusa juga mengatakan, PLN diminta oleh pemerintah untuk tetap menjaga kehandalan listrik selama masa tanggap darurat, dan selalu mendukung dalam memberikan pelayanan yang baik.

“Serta mendukung titik penting dari pelaksanaan gugus tugas Kabupaten Banjar,” ucapnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Salat Jumat di Masjid Masih Belum Diperkenankan Oleh Pemerintah

Disbudpar Banjar Bagikan Masker ke Pedagang Pasar Terapung