Program Serasi di Desa Keramat Gagal Panen, Petani Minta Kepastian

WARTAKOTA.NET – Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, diduga dikeluhkan oleh petani yang ada di Desa Keramat, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Hal ini lantaran padi yang mereka tanam gagal panen akibat terendam air.

Selain mengeluhkan gagal panen, para petani hingga kini juga belum mendapat kepastian mengenai asuaransi yang dijanjikan oleh pihak pemerintah.

“Sudah berbulan-bulan lamanya, tapi belum ada kepastian kapan dicairkan asuransinya. Kami sudah rugi banyak, padi gagal panen, belum lagi rugi tenaga selama menanam,” ujar salah satu petani Desa Keramat, Isam.

Isam mengatakan, semua petani yang ada di Desanya sudah menuruti semua persyarakatan dari pemerintah agar mereka mendapat asuransi akibat gagal panen.

“Untuk di desa kita ini, ada 4 kelompok tani. Kita hanya minta kepastian kapan asuransi ini dicairkan,” ujarnya.

Sementara mantan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) HJ Kasma menuturkan, pihaknya hanya bertugas untuk mengumpulkan data-data. Untuk kepastian kapan dicairkannya, dirinya mengaku belum tahu.

“Kami belum tahu, disuruh menunggu. Karena penyuluh hanya mempersiapkn data di lapangan, yang memprosesnya pihak jasindo. Dan sejak 2 april kemarin saya dipindah tugaskan,” ujarnya saat dihubungi via seluler, Kamis (30/4/20).

Ia menambahkan, ada seluas 60 hektar lahan sawah yang mengikuti progran serasi di Desa Keramat itu. Dan semuanya gagal panen.

“Iya, 100% gagal panen di sana. Ada 4 kelompok tani di Desa Keramat,” tuturnya.