Retribusi IMB Rumah Subsidi di Kabupaten Banjar Belum Ada Kejelasan?

Ilustrasi jalan dan perumahan bersubsidi. Foto - Pixabay

WARTAKOTA.NET – Sampai saat ini, belum ada kejelasan akan relaksasi retribusi IMB rumah bersubsidi di Kabupaten Banjar.

Padahal sebelumnya, DPD Rei Kalsel meminta adanya kebijakan untuk retribusi IMB rumah subsidi di kabupaten Banjar selama Pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Pengawasan Pembangunan Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Farida Ariyati mengatakan, saat ini tarif retribusi masih sesuai dengan Perda 2011 Kabupaten Banjar yakni sebesar Rp 4 ribu per meter persegi di kelas jalan 3 atau jalan Kabupaten Banjar.

Ilustrasi jalan dan perumahan bersubsidi. Foto – Pixabay

Sementara kelas jalan 1 dan 2 yang merupakan kelas jalan nasional dan provinsi tambah Farida, tarifnya akan tetap sama seperti sebelumnya.

“Pemohon DPD Rei kemarin sulit karena pengajuan hendaknya dari satu perusahaan bukan dari organisasi,” ujar Farida, Rabu (17/6/20).

Namun ungkap Farida, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan DPMPTSP Kabupaten Banjar agar lebih teliti dalam penentuan kelas jalan, sehingga tak merugikan pihak pengembang yang membangun perumahan di Kabupaten Banjar.

“Bukan berarti jalannya lebar kemudian dikira itu kelas dua,” terangnya.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Pengawasan Pembangunan Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Farida Ariyati. Foto – Sai

Farida melanjutkan, Pemkab Banjar sudah mengusulkan Perda baru tentang kelas jalan untuk dihapus atau ditiadakan. Pasalnya, saat ini hanya Kabupaten Banjar yang masih memberlakukan kelas jalan untuk retribusi IMB.

“Sudah kita usulkan dan sekarang katanya masih di Kemendagri,” ujarnya.

Meski begitu, jika dihitung besaran retribusi IMB rumah yang berada di jalan kelas 3 dengan besaran retribusi IMB Rp 4 ribu per meter persegi sambung Farida, masih tergolong murah dibanding tak ada tarif retribusi namun retribusi sama rata seperti yang diberlakukan di kabupaten kota lainnya.

“Kami sudah menurunkan target dari Rp 3 miliar menjadi Rp 1,5 miliar,” tutupnya. (sai)

What do you think?

Nadjmi – Jaya “Sulap” Lahan Kumuh Jadi Destinasi Wisata

Pemkab Banjar Siapkan Tempat Karantina Tambahan