Social Distancing Belum Sesuai Anjuran, Perlu Langkah Konkret

WARTAKOTA.NET – Pemberlakuan social distancing di kawasan pasar, nampaknya belum berjalan sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh pemerintah Kabupaten Banjar.

Bahkan, pembatasan waktu operasional (berjualan) juga belum ditaati sepenuhnya oleh para pedagang.

Di samping itu, untuk pengawasan hingga saat ini masih sebatas sosialisasi, belum ada tindakan seperti surat peringatan dari penegak Perda Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjar.

Dari pantauan wartakota.net di lapangan Sabtu (23/5/20), posko pintu masuk pasar hanya dijaga oleh POLRI, TNI, Dishub, dan petugas PD Pasar Bauntung Batuah. Sementara di dalam pasar kondisinya sangat jauh dengan social distancing.

“Untuk pengamanan penertiban masyarakat, sebenarnya ini tanggung jawab dari Satpol PP, dan didukung oleh unsur lainnya seperti Polri dan TNI,” ujar Dandim 1006 Martapura, Letkol Arm Siswo Budiarto.

Letkol Arm Siswo Budiarto menambahkan, saat ini satu instansi belum maksimal jika dilihat dari segi kinerja maupun capaiannya.

Masih kata Letkol Arm Siswo Budiarto, satu sama lain masih saling menyalahkan. Padahal tegasnya, yang diperlukan saat ini adalah kesolidan.

“Dari segi kinerjanya, sampai dengan saat ini mereka masih memberikan sosialisasi terus, kita harapkan saat ini sudah ada langkah konkret seperti (memberikan) surat peringatan kepada para pedagang yang mengindahkan Peraturan Bupati yang sudah diterapkan,” terangnya.

Hal ini lanjut Siswo, akan menjadi evaluasi dan ini dibenahi.

“Akan kita sampaikan instansi yang punya kewenangan untuk mengatur dan mengamankan peraturan bupati yang telah diterapkan. Karena ini sudah hari ketujuh (penerapan PSBB di Kabupaten Banjar),” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah, Agus Siswanto membenarkan bahwa pada hari Sabtu pagi (23/5/20) pihaknya menarik semua anggota yang bertugas di pos-pos pintu masuk pasar.

“Betul. Tadi pagi kami menarik anggota di pos-pos pasar. Karena kami fokus untuk patroli jelang lebaran. Tapi kami masih melakukan patroli,” katanya.

Namun, terkait masih adanya pedagang yang tidak mentaati aturan mengenai pembatasan oprasional, Agus mengaku tiap malam pihaknya selalu melaksanakan operasi gabungan bersama aparat TNI-Polri untuk menertibkan pedagang/toko yang tidak mentaati aturan PSBB.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati Banjar Nomor 26/2020.

“Karena mereka (pedagang) masih bisa mau kooperatif. Misalnya Mereka langsung bersedia menutup begitu ditegur petugas. Jadi hanya berupa teguran/ peringatan. Namun di Pekan kedua PSBB jika masih tidak mentaati akan kami beri sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Bagi ‘urang’ Banjar, Hari Raya Tanpa Ketupat Kandangan, Hambar

Kebakaran di Pasar Martapura, Warga Geger