Tak Pernah Dukung Paslon, Warga Komplain ke KPU

WARTAKOTA.NET – Sejumlah warga dari dua desa yakni, Desa Alalak Padang dan Banua Anyar, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjar yang beralamat di Komplek Pangeran Antasari (Kompas), Jalan A Yani Km.37, Senin (6/7/20).

Kedatangan belasan warga dari dua desa tersebut adalah untuk mengklarifikasi terkait dugaan manipulasi data, yang dilakukan dua bakal pasangan calon (Paslon) jalur perseorangan atau independen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banjar 2020.

“Warga kita bingung, kenapa tiba-tiba foto copy E-KTP mereka ada di berkas dukungan dua calon ini. Padahal mereka tidak pernah merasa menyerahkan atau mendukung pasangan calon tersebut,” ujar Pembakal Desa Banua Anyar, H. Sabar.

Selain itu Sabar juga mengatakan, tidak pernah ada kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati atau tim suksesnya datang ke desanya untuk mencari dukungan ke warganya.

“Dari total keseluruhan berkas atau fotokopi E-KTP yang masuk ke dua pasangan calon itu sebanyak 378, terbagi masuk pasangan calon Andin dan Guru Oton sebanyak 279, untuk kepasangan Mada Teruna dan Ferryansyah sebanyak 99, itu untuk dua desa ini,” ungkapnya.

Namun saat ditanya apakah mereka akan menempuh jalur lain sebagai bentuk protes? H. Sabar mengaku belum memutuskan, karena komplain warganya saat ini hanya ingin mengklarifikasi saja dulu.

Sementara Divisi Teknis Pencalonan KPU Kabupaten Banjar, Zein menuturkan, kedatangan belasan warga dari dua desa itu adalah untuk mengkalrifikasi nama-nama warga mereka yang ada diberkas dua pasangan calon.

“Jadi mereka ini untuk memastikan apakah fotokopi e-KTP mereka termasuk ke dalam berkas pasangan calon, dan kita buka di KWK. Sebagai bentuk transparansi publik kami ke masyarakat, ternyata benar adanya,” tukasnya. (sai)

Anggota Dewan Minta Rumah Sakit Ditutup Sementara

Ketua Bawaslu RI Kunjungi Banjarbaru