Badudus, Ritual Mandi-mandi Adat Banjar untuk Benteng Diri

WARTAKOTA.NET – Adat Banjar Mandi-Mandi atau Badudus adalah ritual mandi untuk mensucikan diri calon pengantin dalam masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan.

Ritual Badudus biasanya dilangsungkan saat pernikahan, penobatan terhadap seseorang, dan juga saat hamil tujuh bulan (tian mandaring).

Secara umum, makna ritual Badudus adalah pembersihan diri, baik lahir maupun batin. Ritual Badudus ini bertujuan untuk membentengi diri dari berbagai masalah kejiwaan yang datang dari luar dan dalam diri seseorang.

Yani Makkie menyiramkan air kembangke tubuh putrinya. Foto – Dm

Nah, ritual badudus ini ternyata masih bisa ditemukan dan dilakukan oleh masyarakat Banjar yang ada di Kota Banjarbaru. Seperti yang dilakukan oleh keluarga besar Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie.

Yani Makkie melaksanakan ritual badudus ini untuk putri keduanya tercinta, Shasa, di kediaman pribadinya di Komplek Balitan XIII Loktabat Utara, Banjarbaru, Jum’at (11/9/20). Shasa akan melangsungkan resepsi pernikahannya di salah satu hotel di Banjarbaru, Sabtu (12/9/20) besok.

Kakak dan adik Shasa turut menyiramkan air kembang. Foto – Dm

Suasana haru mengiringi pelaksanaan ritual badudus ini. Shasa terlihat tak kuasa membendung air matanya, saat kedua orang tuanya silih berganti menyiramkan air kembang ke tubuhnya.

Usai pelaksanaan ritual badudus, Ahmad Yani Makkie menerangkan bahwa ritual Adat Banjar Mandi-Mandi atau Badudus ini memang biasa dilakukan oleh masyarakat Banjar. Hal ini dilakukan dengan maksud tujuan agar kedua mempelai nantinya tidak diganggu leluhur atau roh halus saat mereka bersanding di pelaminan, dan agar rumah tangga mereka kelak tidak goyah.

“Ritual adat yang dilakukan semata-mata untuk meminta doa dan ridho kepada Allah SWT, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan juga semoga apa yang dihajatkan bisa dikabulkan,” tutur Yani Makkie didampingi sang istri.

Banyak perlengkapan yang perlu disiapkan sebelum Ritual badudus dilaksanakan. Foto – Dm

Sekadar diketahui, disetiap pelaksanaan Badudus, biasanya selalu disiapkan sesaji atau piduduk berupa 41 aneka kue, bubur merah, bubur putih, kopi dan lain sebagainya.

Perlengkapan yang diperlukan untuk Badudus antara lain, mayang pinang yang masih dalam pembungkusnya, tempat air (mangkuk, tajau/tempayan), nyiur anum (kelapa muda) yang bagian tangkai dan bawah telah dipangkas, minyak likat baboreh (minyak khas Banjar), sasanggan (baskom dari kuningan), tapih balipat (sarung yang ditumpuk dengan bentuk khusus untuk tempat duduk mempelai), kasai kuning (bedak yang dicampur dengan kunyit dan air), piduduk, cermin dan lilin. (tet/dm)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Haji Martinus Datang, Warga Senang

Camat Telaga Bauntung Targetkan 98 Persen Warga Miliki E-KTP