Biawak 1,5 Meter Gegerkan Warga Antasan Senor Ilir

Biawak sepanjang 1,5 meter bikin heboh warga Antasan Senor Martapura

WARTAKOTA.NETWarga Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar digegerkan dengan kemunculan binatang liar (biawak) yang masuk ke wilayah permukiman warga, Minggu (03/05/2020) sekitar pukul 14.15 WITA.

Keberadaan Biawak ukuran 1,5 meter itu pertama kali dilihat oleh warga setempat, Syarif yang kemudian memanggil warga lain untuk menangkap binatang tersebut.

“Hampir satu jam baru bisa kita tangkap, selain liar lokasinya juga dibawah rumah warga sehingga menyusahkan kita,” ucapnya.

Warga menduga masuknya biawak ke pemukiman karena debit air sungai meninggi

Diduga naiknya binatang tersebut kepermukaan karena debit air sungai Martapura yang meninggi akibat hujan deras.

“Sementara disimpan dulu,” ujarnya.

Setelah berhasil ditangkap, binatang tersebut menjadi tontonan oleh warga sekitar.

Berdasarkan informasi dari wikipedia,  biawak adalah sebangsa kadal berukuran menengah dan besar yang tersebar di daerah beriklim panas dan tropis Afrika, Asia, dan Australia.

Nama umumnya dalam bahasa Melayu, juga bahasa Indonesia adalah “Biawak”.

Nama umum lainnya di antaranya “bayawak” (Sunda); “bajul”, “menyawak” atau “nyambik” (Jawa, istilah “bajul” juga merujuk pada buaya); “berekai” (Madura); dan “hora” atau “mbu” (sebutan untuk biawak Komodo oleh penduduk pulau Komodo dan pulau Rinca).

Dalam bahasa Inggris disebut monitor lizardgoanna, atau “dragon

Biawak yang kerap ditemui di desa-desa dan perkotaan di Indonesia adalah biawak air dari jenis Varanus salvator.

Panjang tubuhnya (moncong hingga ujung ekor) umumnya hanya sekitar 1 meter, meskipun ada pula yang dapat mencapai 2,5 meter.

Biawak sangat pandai memanjat dan berenang. Di musim kawin, biawak jantan biasanya berkelahi lebih dulu untuk memperlihatkan kekuasaannya atau untuk mempereputkan biawak betina.

Pertarungan biawak dilakukan sambil ‘berdiri’. Kedua biawak itu lalu saling memukul atau saling tolak sambil berdiri pada kaki belakangnya, sehingga tampak seperti menari bersama.

Perkembangbiakan biawak adalah dengan bertelur. Telur-telur biawak disimpan di pasir atau lumpur di tepian sungai, bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting.

Temperaturdi sekitar sarangnya sangat mempengaruhi jenis kelamin dari bayi biawak yang akan menetas.

Jika temperaturnya tinggi, bayi jantan akan menetas lebih banyak, dan sebaliknya, apabila rendah, maka bayi betina lebih banyak menetas.(Sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Di Mataraman Ada Kafe Tanpa Izin dan Pelayan Berpakaian Seksi

Jembatan Penghubung Rusak, PUPR Turun Tangan