Kampung Iwak Mentaos Budidaya Ikan Koi Berkualitas Impor

Petani Ikan Konsumsi Mulai Budidayakan Ikan Hias

WARTAKOTA.NET – Kampung Iwak, merupakan salah satu kampung tematik yang ada di Kota Banjarbaru. Berlokasi di Kelurahan Mentaos Kecamatan Banjarbaru Utara, kampung tematik yang satu ini adalah salah satu buah karya ‘tangan dingin’ Almarhum H. Nadjmi Adhani, Wali Kota Banjarbaru yang telah wafat pada tanggal 10 Agustus 2020 lalu.

Tujuan H. Nadjmi Adhani membuat kampung tematik seperti Kampung Iwak Mentaos ini sudah jelas, yakni untuk dijadikan destinasi wisata di Kota Banjarbaru.

Ikan-ikan koi budidaya Kampung Iwak Mentaos. Foto – Tim

Sesuai dengan namanya, sebagian besar masyarakat di Kampung Iwak Mentaos berprofesi sebagai petani/pembudidaya ikan. Di bawah komando Ahmad Rifa’i selaku Lurah Mentaos, Kampung Iwak terus berbenah dan berkembang. Tak hanya ikan konsumsi, para petani ikan di sini juga mulai fokus membudidayakan ikan hias seperti ikan koi dengan kualitas yang bagus.

“Budidaya ikan koi ini merupakan salah satu harapan Almarhum Bapak Nadjmi Adhani untuk bisa beternak pembibitan ikan koi. Dan sekarang semua warga membibitkan ikan koi,” ungkap Rifa’i saat ditemui jurnalis wartakota.net di ruang kerjanya, Rabu (23/9/20).

Di Kampung Iwak ini tambah Rifa’i, terdapat UPT. Balai Benih Ikan yang di dalamnya juga membudidayakan ikan koi unggulan yang sudah biasa mengikuti kontes.

Lurah Mentaos, Ahmad Rifa’i.

Bahkan lanjutnya, pembeli ikan koinya tak hanya berasal dari Kota Banjarbaru, namun juga ada yang berasal dari luar daerah. Mereka biasa membeli bibit ikan koi maupun ikan koi yang sudah jadi (dewasa).

“Untuk larva ikan koi di impor dari luar, sedangkan pembesarannya dilakukan oleh UPT Balai Benih Ikan Banjarbaru,” terang ayah dua orang anak ini.

Terpisah, Kepala UPT Balai Benih Ikan Banjarbaru, Anwar Fauzi menyampaikan bahwa perkembangan ikan koi di Kota Banjarbaru khususnya di kampung iwak sangat bagus pasarnya, baik lingkup Banjarbaru sendiri ataupun sekitarnya.

“Koi ini sendiri sudah dikirim keluar daerah seperti ke Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah. Ada juga yang sampai Kalimantan Barat,” sebut Fauzi.

Kepala UPT Balai Benih Ikan Banjarbaru, Anwar Fauzi.

Untuk harga jual ikan koi lokal Great A ukuran 5 sampai 10 Cm jelas Fauzi, bisa mencapai Rp 1 juta bahkan lebih per ekornya. Sedangkan untuk Great B dengan ukuran yang sama sambungnya, bisa mencapai harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per ekor.

“Untuk kualitasnya sendiri khususnya di kampung iwak, kami telah memperbaiki kualitas indukannya dengan mendatangkan indukan-indukan dari Jepang,” demikian Fauzi. (tet/dm)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Bawaslu Pantau Kampanye di Medsos

Kelurahan Mentaos Salurkan BST Tahap III