Musim Panen, Petani di Martapura Timur Masih ‘Bahandipan’

WARTAKOTA.NET – Para petani Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar masih mempertahankan tradisi memanen padi bersama. Tradisi itu disebut Bahandipan.

Bahandipan adalah sebuah tradisi para petani yang secara bergantian saling membantu untuk memanen padi. Tradisi ini dianggap mampu menyelesaikan panen padi dengan cepat.

Seperti yang nampak dilakukan para petani Desa Keramat Baru, Minggu (18/10/20). Saat musim panen padi tiba, para petani perempuan dan laki-laki sejak pagi hari telah ramai menuju sawah milik salah satu petani. Biasanya, bahandipan ini akan berlangsung selama satu hari penuh. Bukan hanya memetik padi, tapi mereka juga memproses padi hingga proses merapai (bairik/memisahkan bulir padi dari batangnya) dan biasanya dilakukan oleh para pria.

Peralatan memanen padi hingga merapai masih menggunakan alat tradisional yang bernama Ranggaman. Sementara untuk merapai, para petani masih melakukan secara manual, yakni dengan cara digiling dengan kaki.

“Setelah selesai di sawah satu ini, maka kita pindah ke sawah yang lainnya, dan semuanya dilakukan secara gotong royong alias tanpa upah,” ucap salah satu petani, M. Wafa.

Wafa menambahkan, tradisi bahandipan ini sudah dilakukan sejak dulu dan hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat.

“Selain proses panen jadi cepat, juga mempererat tali silaturahmi dan gotong royong,” ungkapnya.

Diketahui saat ini untuk wilayah Martapura Timur telah memasuki masa panen padi. Namun lantaran tahun ini sering turun hujan, maka para petani sering pula memanen padinya disaat hujan.

“Kalau hujannya deras maka akan membuat pohon padinya jadi roboh, dan akan sedikit sulit untuk dipanen, serta hama tikus juga akan lebih mudah memakan padinya. Jadi harus cepat dipetik padinya,” jelasnya. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Keberadaan Mall Pelayanan Publik Dinilai Bisa Pangkas Prosedur Perizinan

Pjs Wali Kota, Tinjau Aksi Nyata Dishub Banjarbaru