Penyembelihan Hewan Kurban Menurun

WARTAKOTA.NET – Jumlah penyembelihan hewan kurban pada tahun 2020 ini mengalami penurunan, lantaran tingkat perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini menurun drastis.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Yohana K. P.

“Tahun kemarin hewan kurban yang disembelih sekitar 600 ekor sapi dan kambing kurang lebih 400 ekor,” ujar Yohana.

Sedangkan tahun ini sambung Yohana, angka penyembelihan sapi dan kambing belum bisa dipastikan berapa banyaknya. Namun dari 8 lokasi penyedia hewan kurban, telah tersedia sebanyak 1.700 ekor sapi dan 600 ekor kambing.

“Kami juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh hewan kurban di delapan lokasi. Semuanya sehat dan layak,” terangnya.

Lebih jauh Yohana menyampaikan, pihaknya tidak akan menerima sapi yang datang dari luar (daerah Kota Banjarbaru, red) jika tidak ada surat kesehatan hewan dari daerah ternak itu berasal.

“Saat hari penyembelihan kami juga akan berkeliling melakukan pemeriksaan kesehatan daging yang telah di potong,” katanya.

Jika ditemukan ada indikasi penyakit atau cacing pada daging kurban, tegas Yohana, maka daging tersebut dilarang dibagikan kepada masyarakat.

“Misalnya pada bagian hatinya ditemukan ada cacing, maka bagian itu harus dibuang, sedangkan bagian lain yang tidak tersentuh cacing atau penyakit boleh dibagikan,” jelasnya.

Yohana mewakili DKP3 Kota Banjarbaru mengimbau kepada masyarakat, agar menerapkan protokol kesehatan selama proses penyembelihan berlangsung.

“Kebanyakan warga kita Banjarbaru akan menggelar penyembelihan di hari Sabtu (1/8),” tutupnya.

Terpisah, salah satu pemilik usaha ternak sapi di Kelurahan Loktabat Utara Kota Banjarbaru, H. Safrin membenarkan bahwa tahun ini terjadi penurunan angka pembeli sapi kurban di tempatnya.

H. Safrin mengatakan, jika tahun sebelumnya mampu menjual hingga 1.000 ekor sapi dengan harga berkisar Rp13 juta sampai Rp 25 juta per ekornya, maka tahun ini cuma ada sekitar 600 sampai 700 ekor sapi yang telah melewati proses pemesanan.

“Harga sesuai dengan ukuran berat badan sapi,” ucapnya.

Masih kata H. Safrin, sapi yang ia jual di tempatnya ini diimpor dari Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Menurutnya, kualitas daging sapi di 3 daerah tersebut bagus dan sehat.

“Sapi Bali yang paling bagus kualitasnya diantara yang lain, sudah habis dipesan orang,” demikian dia. (tet/dm)

What do you think?

Maksimalkan Pelayanan, Hotel Ini Terapkan Protokol Kesehatan

Anak Belajar Daring, Orang Tua Keluarkan Uang Lebih untuk Kuota Internet